

Mengatur keuangan sejak dini menjadi langkah penting untuk membangun masa depan yang lebih baik. Salah satu cara yang bisa dipertimbangkan adalah menyisihkan sebagian penghasilan ke instrumen simpanan yang sesuai dengan prinsip syariah, seperti deposito syariah.
Berbeda dengan deposito konvensional yang menggunakan sistem bunga, deposito syariah menerapkan sistem bagi hasil berdasarkan akad yang disepakati. Dengan memahami cara menghitung bagi hasil deposito syariah, kamu bisa merencanakan keuangan dengan lebih terarah sekaligus mengenal potensi hasil dari dana yang disimpan.
Kini, membuka deposito syariah juga semakin praktis. Melalui Deposito Aira iB di Aira Mobile, kamu bisa mulai menempatkan dana secara online mulai dari Rp500.000.
Apa Itu Deposito Syariah?
Deposito syariah adalah produk simpanan berjangka yang menggunakan prinsip syariah Islam. Produk ini umumnya menggunakan akad mudharabah, yaitu kerja sama antara pemilik dana dan pengelola dana dengan pembagian hasil sesuai nisbah yang disepakati.
Dalam sistem ini, nasabah mendapatkan bagian dari hasil pengelolaan dana sesuai ketentuan produk. Karena menggunakan prinsip bagi hasil, nominal yang diterima dapat berubah mengikuti hasil pengelolaan dana dan ketentuan yang berlaku.
Deposito syariah dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu mengelola dana yang tidak digunakan dalam kebutuhan sehari-hari, terutama jika kamu memiliki tujuan keuangan dengan jangka waktu tertentu.
Apa Itu Nisbah Bagi Hasil Deposito Syariah?
Sebelum menghitung hasil deposito syariah, penting untuk memahami istilah nisbah.
Nisbah adalah persentase pembagian hasil antara nasabah dan bank yang disepakati dalam akad. Nisbah tidak sama dengan persentase keuntungan pasti yang akan diterima nasabah.
Sebagai contoh, Deposito Aira iB menawarkan nisbah nasabah hingga 43,48%, setara dengan indikasi ekuivalen 5,00% per tahun (p.a.).
Artinya, angka 43,48% menunjukkan porsi pembagian hasil untuk nasabah sesuai ketentuan produk. Sementara itu, angka 5,00% p.a. merupakan ekuivalen indikatif untuk membantu nasabah memperkirakan hasilnya. Keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
Cara Menghitung Bagi Hasil Deposito Syariah
Untuk memperkirakan bagi hasil deposito syariah, kamu perlu mengetahui beberapa hal berikut:
Nominal dana yang ditempatkan.
Nisbah bagi hasil untuk nasabah.
Hasil pengelolaan dana yang menjadi dasar pembagian.
Jangka waktu penempatan.
Ketentuan perhitungan dan pajak yang berlaku.
Secara umum, rumus pembagian hasil berdasarkan akad mudharabah adalah:
Bagi hasil nasabah = Hasil yang dibagikan × Nisbah nasabah
Namun, dalam praktiknya, bank dapat menggunakan metode perhitungan dan dasar distribusi hasil sesuai ketentuan produk. Karena itu, nisbah saja tidak cukup untuk menentukan nominal bagi hasil secara pasti.
Contoh Simulasi Bagi Hasil Deposito Syariah
Untuk memudahkan pemahaman, berikut simulasi menggunakan Deposito Aira iB dengan asumsi ekuivalen indikatif 5,00% per tahun.
Misalnya, kamu menempatkan dana sebesar Rp5.000.000 selama satu tahun.
Perkiraan hasil dihitung sebagai berikut:
Nominal penempatan × ekuivalen indikatif tahunan
Rp5.000.000 × 5,00% = Rp250.000 per tahun.
Dengan asumsi tersebut, estimasi hasilnya sekitar Rp250.000 selama satu tahun, sebelum memperhitungkan pajak dan ketentuan lain yang berlaku.
Berikut ilustrasi untuk beberapa nominal penempatan dengan asumsi yang sama.
Nominal Penempatan |
Estimasi Hasil 1 Tahun |
Rp500.000 |
Rp25.000 |
Rp1.000.000 |
Rp50.000 |
Rp5.000.000 |
Rp250.000 |
Rp10.000.000 |
Rp500.000 |
Perlu diingat, angka di atas merupakan simulasi berdasarkan ekuivalen indikatif 5,00% p.a., bukan jaminan hasil yang akan diterima. Realisasi bagi hasil mengikuti hasil pengelolaan dana dan ketentuan Deposito Aira iB yang berlaku.
Apa Perbedaan Bagi Hasil Deposito Syariah dan Bunga Deposito Konvensional?
Perbedaan utamanya terletak pada prinsip dan mekanisme imbal hasil.
Deposito konvensional menggunakan sistem bunga sesuai ketentuan produk. Sementara itu, deposito syariah menggunakan prinsip bagi hasil berdasarkan akad yang disepakati.
Dalam deposito syariah, nisbah menentukan porsi pembagian hasil untuk nasabah. Hasil aktual dapat berbeda dari estimasi karena bergantung pada realisasi pengelolaan dana dan mekanisme produk.
Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa memilih produk simpanan yang sesuai dengan kebutuhan dan prinsip keuangan yang ingin diterapkan.
Tips Mengatur Keuangan ala Generasi Syariah
Mengelola keuangan dengan prinsip syariah bisa dimulai dari kebiasaan sederhana. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan.
1. Pisahkan kebutuhan dan tabungan
Alokasikan penghasilan untuk kebutuhan rutin, dana darurat, dan tujuan keuangan. Dengan begitu, kamu memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai dana yang bisa disimpan.
2. Tentukan tujuan keuangan
Tentukan tujuan sebelum memilih produk simpanan. Misalnya, menyiapkan dana pendidikan, biaya pernikahan, atau kebutuhan lain yang direncanakan dalam jangka waktu tertentu.
3. Pilih produk sesuai jangka waktu kebutuhan
Pastikan dana yang ditempatkan tidak dibutuhkan untuk pengeluaran rutin selama periode deposito. Periksa juga ketentuan pencairan sebelum jatuh tempo agar keputusanmu sesuai dengan kebutuhan likuiditas.
4. Pahami nisbah dan estimasi hasil
Jangan hanya melihat angka ekuivalen tahunan. Pelajari nisbah, cara perhitungan bagi hasil, jangka waktu penempatan, pajak, dan ketentuan produk sebelum membuka deposito.
5. Mulai sesuai kemampuan
Kamu tidak harus menunggu memiliki dana besar untuk mulai merencanakan keuangan. Menyisihkan dana secara teratur dan memilih produk yang sesuai bisa menjadi langkah awal membangun kebiasaan finansial yang sehat.
Deposito Aira iB, Buka Deposito Syariah Online di Aira Mobile
Ingin mulai mengelola dana dengan prinsip syariah? Deposito Aira iB dari Aira Mobile bisa menjadi salah satu pilihan untuk mendukung perencanaan keuanganmu.
Dengan proses pembukaan secara online, kamu bisa mengakses layanan deposito tanpa harus datang langsung ke kantor cabang, sesuai ketersediaan dan ketentuan layanan.
Berikut beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan:
Mulai dari Rp500.000. Sesuaikan nominal penempatan dengan kemampuan dan tujuan keuanganmu.
Nisbah nasabah hingga 43,48%. Ketahui porsi bagi hasil nasabah sesuai ketentuan produk.
Ekuivalen indikatif 5,00% p.a. Gunakan angka ini sebagai referensi estimasi, bukan jaminan hasil.
Pembukaan online. Akses Deposito Aira iB melalui Aira Mobile dengan mengikuti proses yang tersedia di aplikasi.
Sebelum melakukan penempatan, pastikan kamu memahami jangka waktu, ketentuan pencairan, serta informasi lengkap mengenai bagi hasil yang berlaku.
Saatnya Mengatur Keuangan Lebih Terarah
Memahami cara menghitung bagi hasil deposito syariah membantu kamu membuat keputusan keuangan dengan lebih terukur. Kamu bisa memperkirakan potensi hasil, menyesuaikan nominal penempatan, dan merencanakan penggunaan dana berdasarkan tujuan yang ingin dicapai.
Mulai langkah finansialmu dengan memahami kebutuhan, menentukan target, dan memilih produk yang sesuai dengan prinsip yang kamu yakini.
Kenali Deposito Aira iB melalui Aira Mobile dan mulai penempatan dana dari Rp500.000. Saatnya atur keuangan lebih bijak ala generasi syariah.