

Amalan menyambut bulan Ramadan sering dianggap sederhana. Banyak orang fokus pada puasa dan tarawih, tetapi lupa bahwa Ramadan membawa perubahan besar dalam ritme hidup. Pola makan berubah, jam tidur bergeser, pengeluaran meningkat, dan emosi lebih sensitif. Tanpa persiapan, ibadah justru terasa berat.
Menyambut Ramadan seharusnya dimulai lebih awal agar bulan ini dijalani dengan tenang dan penuh makna.
1. Meluruskan niat dan menata kesiapan diri
Langkah pertama menyambut Ramadan adalah meluruskan niat. Puasa bukan sekadar kewajiban tahunan, tetapi sarana melatih pengendalian diri. Niat yang jelas membuat seseorang lebih sadar dalam menjalani ibadah sehari-hari.
Meluruskan niat juga berarti menata ekspektasi. Ramadan bukan bulan untuk mengejar kesempurnaan, tetapi bulan untuk perbaikan. Banyak orang menetapkan target sederhana, seperti menjaga konsistensi puasa, mengurangi kebiasaan konsumtif, dan lebih peduli pada sesama. Target ini membantu menjaga fokus agar Ramadan tidak berlalu tanpa perubahan berarti.
Niat yang ditata sejak awal akan menjadi fondasi bagi amalan-amalan berikutnya.
2. Memperbanyak sedekah dan menyiapkan zakat sejak awal
Sedekah menjadi salah satu amalan yang paling identik dengan Ramadan. Semangat berbagi meningkat karena pahala yang dilipatgandakan. Namun, sedekah yang berdampak bukan soal besar kecilnya nominal, melainkan konsistensi dan keikhlasan.
Sedekah yang dilakukan secara rutin, meski nilainya kecil, membantu membentuk kebiasaan berbagi. Banyak orang merasakan bahwa sedekah harian selama Ramadan membuat hati lebih tenang dan empati lebih terasah. Kebiasaan ini sering berlanjut bahkan setelah Ramadan berakhir.
Selain sedekah, zakat juga perlu dipersiapkan dengan baik. Menunda zakat hingga hari-hari terakhir Ramadan sering membuat prosesnya terburu-buru. Dengan menyiapkan zakat sejak awal, seseorang bisa menghitung dengan lebih tenang dan memastikan penyalurannya tepat. Zakat yang ditunaikan tepat waktu bukan hanya mensucikan harta, tetapi juga membantu menjaga ketenangan batin selama Ramadan.
Menunaikan zakat, sedekat ataupun infaq bisa kamu lakukan secara online di aplikasi Aira Mobile dari Nanobank Syariah. Tidak harus dengan nominal yang tinggi, sesuai dengan keinginan kamu.
3. Menjaga kehati-hatian dari penipuan berkedok Ramadan
Meningkatnya aktivitas sedekah dan zakat di bulan Ramadan sering dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab. Penipuan berkedok donasi dan bantuan sosial cenderung meningkat pada periode ini. Modusnya beragam, mulai dari pesan singkat, tautan palsu, hingga permintaan data pribadi.
Menjaga diri dari penipuan adalah bagian dari amalan yang sering diabaikan. Kehati-hatian bukan berarti mengurangi niat berbagi, tetapi memastikan bahwa niat baik tersalurkan dengan benar. Tidak membagikan kode OTP, tidak mudah percaya pesan berantai, dan memastikan penyalur zakat atau donasi bersifat resmi adalah langkah sederhana yang sangat penting.
Ketika transaksi dilakukan dengan aman, ibadah dapat dijalani dengan lebih tenang tanpa rasa khawatir atau penyesalan.
Amalan menyambut bulan Ramadan pada akhirnya bukan tentang menambah beban, tetapi tentang menata hidup agar lebih sederhana dan terarah. Niat diluruskan, sedekah dan zakat dipersiapkan, serta kehati-hatian dijaga. Dengan persiapan seperti ini, Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi momen nyata untuk memperbaiki diri dan kebiasaan hidup.




