Blog

Investasi 2027: Pilih Emas, Saham, Reksa Dana, atau Deposito?

Aug 26, 2026

Tahun 2027 sudah di depan mata. Buat kamu yang mulai memikirkan kondisi keuangan tahun depan, mungkin muncul satu pertanyaan: uang sebaiknya ditaruh di mana?

Ada banyak pilihan. Emas, saham, reksa dana, deposito, atau bahkan tetap menyimpannya di tabungan. Jawabannya tidak bisa disamaratakan. Setiap instrumen punya karakter, potensi keuntungan, risiko, dan jangka waktu yang berbeda.

Jadi, sebelum memilih investasi untuk 2027, kenali dulu kebutuhan dan tujuan keuanganmu.

1. Emas

Emas, untuk Diversifikasi dan Jangka Menengah-Panjang

Emas sering dipilih sebagai salah satu aset untuk diversifikasi. Harganya dapat bergerak mengikuti kondisi pasar dan faktor ekonomi global, sehingga tetap memiliki risiko dan tidak selalu naik setiap saat.

Emas bisa menjadi pilihan untuk kamu yang ingin memiliki aset fisik dan punya tujuan keuangan dalam jangka menengah hingga panjang.

Misalnya, kamu punya target mengumpulkan aset untuk beberapa tahun ke depan. Daripada membeli emas dalam jumlah besar sekaligus, kamu bisa mempertimbangkan skema pembelian secara bertahap sesuai kemampuan.

Kalau kamu tertarik memiliki emas dengan prinsip syariah, Nanobank Syariah memiliki fasilitas Cicil Emas melalui pembiayaan di kantor cabang. Kamu bisa berkonsultasi langsung mengenai skema dan ketentuannya sebelum mengambil keputusan.

2. Saham

Saham, untuk Tujuan Jangka Panjang

Saham memberikan kesempatan untuk memiliki bagian dari sebuah perusahaan. Nilainya bisa naik maupun turun mengikuti kondisi perusahaan, industri, dan pasar.

Karena pergerakannya bisa cukup signifikan, saham lebih cocok dipertimbangkan untuk tujuan jangka panjang dan bagi kamu yang memahami serta siap menghadapi risikonya.

Misalnya, kamu punya target keuangan yang baru akan digunakan lima atau sepuluh tahun lagi. Kamu memiliki lebih banyak waktu untuk menghadapi fluktuasi pasar dibandingkan jika uang tersebut akan digunakan dalam beberapa bulan.

Kalau kamu baru mulai, jangan hanya memilih saham karena sedang ramai atau direkomendasikan orang lain. Pahami bisnisnya, risikonya, dan jangan menggunakan uang yang akan segera dibutuhkan.

3. Reksa Dana

Reksa Dana, untuk Mulai Berinvestasi Secara Bertahap

Reksa dana menghimpun dana dari sejumlah investor untuk kemudian dikelola oleh Manajer Investasi sesuai jenis reksa dananya.

Ada beberapa jenis reksa dana dengan karakteristik berbeda, seperti reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan saham.

Perbedaannya membuat reksa dana bisa digunakan untuk tujuan keuangan dengan jangka waktu dan profil risiko yang berbeda.

Contohnya, kebutuhan dalam jangka pendek tentu perlu dipertimbangkan secara berbeda dari target keuangan jangka panjang.

Kalau ingin memilih reksa dana, jangan hanya melihat return historis. Pahami juga isi portofolio, risiko, biaya, dan tujuan investasimu.

4. Deposito

Deposito, untuk Dana yang Ingin Disimpan dalam Jangka Waktu Tertentu

Deposito berbeda dari tabungan biasa. Dana ditempatkan dalam jangka waktu tertentu sesuai pilihan yang tersedia.

Instrumen seperti deposito bisa menjadi pilihan bagi kamu yang ingin menempatkan dana dengan tujuan tertentu dan tidak membutuhkan dana tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Misalnya, kamu memiliki dana yang memang belum akan digunakan dalam beberapa bulan ke depan. Daripada tercampur dengan uang operasional, kamu bisa mempertimbangkan menempatkannya pada instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktumu.

Untuk pilihan yang sesuai prinsip syariah, kamu dapat mempertimbangkan Deposito iB di Aira Mobile dari Nanobank Syariah. Cek ketentuan, jangka waktu, dan bagi hasil yang berlaku sebelum memilih.

Jadi, Mana yang Cocok untuk 2027?

Tidak ada satu instrumen yang otomatis paling baik untuk semua orang. Cara memilihnya bisa dimulai dari tujuan.

  • Kalau uang akan digunakan dalam waktu dekat, jangan mengejar keuntungan tinggi dengan mengambil risiko yang tidak sesuai.

  • Kalau tujuanmu masih beberapa tahun lagi, kamu punya lebih banyak pilihan untuk dipertimbangkan.

  • Kalau ingin membangun aset jangka panjang, kamu bisa mempelajari instrumen dengan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi, sekaligus memahami risikonya.

Sementara itu, diversifikasi bisa dipertimbangkan agar seluruh dana tidak bergantung pada satu jenis aset.

Sebelum Investasi, Cek 4 Hal Ini:

  1. Pertama, tentukan tujuan. Kamu mau menggunakan uangnya untuk apa? Liburan, rumah, pendidikan, dana pensiun, atau membangun aset?

  2. Kedua, tentukan jangka waktu. Kapan uang tersebut akan digunakan? Beberapa bulan lagi, tiga tahun lagi, atau lebih dari lima tahun?

  3. Ketiga, kenali risiko. Setiap investasi memiliki risiko. Jangan memilih instrumen hanya karena melihat potensi keuntungannya.

  4. Keempat, gunakan uang yang memang siap diinvestasikan. Pastikan kebutuhan utama dan dana darurat sudah diperhitungkan. Jangan sampai investasi membuat kamu kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mulai dari Sekarang, Bukan Karena FOMO

Menjelang 2027, kamu mungkin akan melihat banyak prediksi mengenai investasi apa yang akan naik dan aset apa yang dianggap paling menjanjikan. Tidak masalah untuk membaca dan belajar. Tapi jangan menjadikan prediksi orang lain sebagai satu-satunya alasan untuk menempatkan uang.

Pahami tujuan. Tentukan jangka waktu. Kenali risiko. Baru pilih instrumen yang sesuai.

Kalau kamu mempertimbangkan deposito syariah, Deposito Aira iB Nanobank Syariah dapat diakses online melalui aplikasi Aira Mobile. Nisbah Nasabah hingga 43,48% (equivalent 5,00% p.a), penempatan dana mulai dari Rp500.000 saja.

Kalau kamu ingin memiliki emas, kamu juga bisa mencicil emas-nya secara bertahap melalui pembiayaan di kantor cabang Nanobank Syariah. Pengajuannya mudah dan cepat.

Pilihan investasi yang baik bukan selalu yang sedang ramai dibicarakan. Yang lebih penting adalah pilihan tersebut sesuai dengan tujuan, kemampuan, dan profil risikomu.

Karena #CaraLebihBaik dimulai dari keputusan keuangan yang dipikirkan dengan matang.