Blog

Mau Pinjam Dana Secara Syariah? Kenali Akad dan Kegunaannya

Sep 14, 2026

Ketika butuh dana tambahan, pertanyaan pertama yang biasanya muncul adalah, “Bisa pinjam berapa?”

Padahal, ada pertanyaan lain yang tidak kalah penting: “Dana ini sebenarnya untuk apa dan akad apa yang digunakan?”

Dalam pembiayaan syariah, jenis kebutuhan dan tujuan penggunaan dana berkaitan dengan akad yang digunakan. Karena itu, memahami akad bukan sekadar istilah yang perlu diketahui sebelum mengajukan pembiayaan. Ini membantu kamu memahami bagaimana transaksi berlangsung, apa kewajibanmu, dan bagaimana skema pembayarannya.

Lalu, apa saja akad yang umum digunakan dalam pembiayaan syariah?

1. Murabahah, untuk kebutuhan barang

Murabahah merupakan akad jual beli. Dalam skema ini, lembaga keuangan membeli barang yang dibutuhkan nasabah, kemudian menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga yang terdiri dari harga perolehan ditambah margin yang telah disepakati.

Misalnya, kamu membutuhkan kendaraan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Dalam pembiayaan dengan akad murabahah, objek pembiayaannya adalah kendaraan tersebut. Harga jual dan margin disepakati sejak awal sehingga kamu mengetahui nilai kewajiban yang perlu dibayarkan.

Akad ini cocok untuk kebutuhan yang memiliki objek barang yang jelas.

2. Mudharabah, untuk kerja sama usaha

Kalau kebutuhanmu berkaitan dengan bisnis, ada akad mudharabah yang merupakan bentuk kerja sama antara pemilik modal dan pengelola usaha.

Dalam skema ini, pemilik modal menyediakan modal, sementara pihak lain mengelola usaha. Keuntungan dibagi berdasarkan nisbah yang disepakati di awal.

Akad ini memiliki karakter yang berbeda dari pembiayaan untuk membeli barang karena fokusnya adalah kerja sama dalam suatu usaha.

3. Musyarakah, ketika sama-sama berkontribusi

Musyarakah merupakan akad kerja sama antara dua pihak atau lebih, dengan masing-masing pihak memberikan kontribusi modal. Keuntungan dibagi sesuai kesepakatan, sedangkan kerugian pada prinsipnya ditanggung sesuai porsi kontribusi modal.

Akad ini dapat digunakan dalam kebutuhan pembiayaan yang melibatkan kerja sama modal, termasuk pengembangan usaha.

4. Ijarah, untuk mendapatkan manfaat dari suatu aset atau jasa

Ijarah merupakan akad pemindahan hak guna atau manfaat atas suatu barang atau jasa dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa atau imbalan, tanpa disertai perpindahan kepemilikan barang.

Contohnya dapat berkaitan dengan kebutuhan untuk memperoleh manfaat dari suatu aset atau jasa selama periode tertentu.

Karena karakter setiap akad berbeda, penting untuk memahami akad yang digunakan dalam produk pembiayaan yang kamu pilih.

Jadi, Mana Akad yang Cocok untuk Kebutuhanmu?

Jawabannya tergantung pada kebutuhan dan produk pembiayaan yang tersedia.

Kalau kebutuhanmu adalah memperoleh barang tertentu, akad jual beli seperti murabahah bisa menjadi salah satu pilihan. Jika kebutuhannya berkaitan dengan kerja sama usaha, akad seperti mudharabah atau musyarakah memiliki karakter yang lebih sesuai. Sementara itu, ijarah berkaitan dengan pemanfaatan barang atau jasa melalui mekanisme sewa atau imbalan.

Yang perlu kamu lakukan bukan sekadar mencari “pinjaman syariah dengan cicilan paling ringan”. Lihat juga tujuan pembiayaan, akad yang digunakan, total kewajiban, jangka waktu, biaya yang mungkin timbul, serta kemampuanmu untuk membayarnya.

Sebelum Ajukan Pembiayaan, Coba Tanya 5 Hal Ini

Supaya keputusan finansialmu lebih terencana, coba jawab lima pertanyaan berikut:

• Apa kebutuhan yang ingin saya penuhi?
• Apakah kebutuhan tersebut memang perlu dibiayai?
• Akad apa yang digunakan?
• Berapa total kewajiban yang harus saya bayarkan?
• Apakah cicilannya sesuai dengan kemampuan finansial saya?

Pertanyaan ini terlihat sederhana. Namun, sering kali kita terlalu fokus pada nominal dana yang bisa diperoleh dan lupa menghitung konsekuensinya.

Pembiayaan yang tepat bukan tentang mendapatkan dana sebanyak mungkin. Yang lebih penting adalah memilih skema yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Kenali Akadnya, Pahami Kebutuhannya

Memilih pembiayaan syariah tidak cukup hanya dengan melihat label “syariah”. Kamu juga perlu memahami bagaimana transaksinya berjalan.

Kenali akadnya. Pahami tujuan penggunaannya. Baca ketentuan produknya. Hitung kemampuan pembayaran. Dengan begitu, kamu bisa mengambil keputusan finansial dengan lebih sadar.

Inilah bagian dari menjalani #CaraLebihBaik.

Dalam semangat #GenerasiSyariah, keputusan finansial juga perlu dipertimbangkan dengan bijak. Ketika membutuhkan pembiayaan, gunakan sesuai kebutuhan dan kemampuan. Pahami akadnya sebelum menyepakatinya. Jangan mengambil pembiayaan hanya karena tersedia.

Punya kebutuhan usaha atau sedang mempersiapkan ibadah haji khusus? Nanobank Syariah menyediakan pilihan pembiayaan syariah yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan nasabah. Untuk mengetahui pilihan pembiayaan, akad, persyaratan, dan skema yang sesuai, kamu bisa datang ke Kantor Cabang Nanobank Syariah dan berkonsultasi secara langsung.

Karena mengelola keuangan dengan baik bukan soal seberapa banyak yang bisa kita dapatkan hari ini. Ini tentang bagaimana kita mengambil keputusan yang tetap masuk akal untuk kehidupan kita ke depan.

Jalani #CaraLebihBaik bersama #GenerasiSyariah.